Korek Api

Saturday, April 14, 2007

(Tanpa Judul)

- lirik-

Tak ada yang punya terlalu banyak jalan,

dan tak sedikit yang menyapa malam,
hanya untuk mencela siang.

Lalu debu di kakinya,
dan aroma bir di mulutnya,
Siapa yang 'kan perduli?

Sepotong nubuat tua terkapar,
menegurnya dengan suara yang pelan,
Manusia hanya bisa menyesal!

Lalu ia pulang,
gontai dan telanjang,
mencibir arang tua yang hitam.

14 April 2007, Dysart.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home