Korek Api

Friday, April 07, 2006

Siti Nurbaya ke Jennifer Aniston, via Fisika Kuantum

Gue serasa jadi Siti Nurbaya. Semacam kawin paksa. Cuma bedanya gue cowok dan Datuk Maringgih-nya bukan lagi berwujud orang, tapi sebuah perusahaan besar--dengan uang serenteng dan gengsi yang tinggi--menawarkan sebuah kesempatan (posibility). Satu kata yang seharian kemarin berkali-kali diulang Willy.

Siang itu, Willy baru selesai kuliah bertajuk "Seni dan Peradaban", sebuah mata kuliah berona filsafat. Dan bukan sembarangan kuliah, yang kemarin itu lebih tepat disebut nonton bareng. Film dokumenter bertema "fisika kuantum," katanya. Judulnya kalo nggak salah "What The *bleep* Do We Know?". Kuliah berlanjut dengan pembahasan-pembedahan yang ujung-ujungnya membawa pencerahan; bicara tentang semesta, tentang Tuhan, diri, sampai tentang yang tadi itu: kesempatan.

Rangkum punya rangkum, semesta ini ibarat padang-kesempatan yang penuh sesak dengan pilihan-pilihan. Yang disusun dari ya dan tidak, ambil atau tinggal. Sederhana memang. Tapi, tunggu sampai keinginan/hasrat/nafsu ikut bermain; semuanya sontak jadi rumit.

Itu dia Siti Nurbaya dalam diri gue. Siti Nurbaya yang seolah-olah dipaksa memilih. Siti yang terseret arus, Nurbaya yang seperti tak berdaya. Pilihannya antara dua: cita-cita atau apa yang nyata-nyata sudah di depan mata? Yang satu ada jalan yang gerbangnya sudah dibuka atau benih yang gue belum tahu apakah ia beringin atau dahlia atau tak ada.

Willy benar, manusia terbungkus daging, tulang, darah dalam ruang waktu yan kaku. Manusia tidak bisa berada di dua kesempatan berbeda. Hidup soal memilih: sang jalan atau sang benih? Semua punya pintu-pintu berlapis di baliknya: serangkaian konsekuensi. "Nggak ada penyesalan dalam hidup ini, yang ada hanya pelajaran," begitu kata si cantik Jennifer Aniston.

Ah, Tuhan tak sedang bermain dadu.

berbagi bingung dengan fotomodel yang sempat nongol di LACAK!
10.21 pagi

2 Comments:

  • At 4:58 PM, Anonymous Anonymous said…

    remember that while life is about options - options are playful possibilities...

    the path of righteousness is always defined my friend, yet we tend to look elsewhere...

     
  • At 5:45 PM, Blogger Bintang bintang said…

    dapet tawaran neh ceritanya ? dimana ?

     

Post a Comment

<< Home